Yg Mau Order Bisa Via Sms / WA 085731771796 Invite PIN Kami 7C0A7526

Jumat, 18 Desember 2015

5 Ibu Yg Terbaik Sepanjang Massa Versi Al Qur'an Dan Al Hadits


Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Demikian pepatah mengatakan. Kasih ibu memanglah tidak terbantahkan. Peran wanita sebagai istri, dapat dibuktikan memberikan dampak luar biasa pada suami. Nabi Muhammad SAW sangatlah menyukai Khadijah, lantaran mensupport keseluruhan kenabian Nabi Muhammad, baik dengan jiwa serta harta benda. 

Tokoh-tokoh nasional seperti Kihajar Dewantara, Dr Soetomo, dan lain-lain mempunyai beberapa istri yang cakap yg bisa mengatur keuangan keluarga, bahkan juga menjadi manajer usaha keluarga, agar idealisme para suaminya untuk perjuangan bisa selalu jalan. Berikut beberapa ibu yang hebat versi Alquran serta Alhadits. 

1. Masyitoh 
Masyitoh mungkin saja bukanlah wanita populer seperti artis-artis dunia. Tetapi, Allah menyebutkan namanya dalam cerita Nabi Musa. Masyitoh dihukum Firaun dikarenakan menjaga aqidah : tidak ada Tuhan terkecuali Allah. Ia pernah gentar lihat anaknya dibunuh lebih dahulu oleh algojo Firaun dihadapannya. Tetapi, Allah memberikan keyakinan Masyitoh lewat roh bayinya, untuk memperkuat hatinya. 

2. Yuhanin binti Lawa ibunda Nabi Musa 
Ibu yang satu ini sangatlah menyayangi putra semata wayangnya yang disebut calon nabi. Yuhanin waktu itu melahirkan dalam teror : setiap bayi laki-laki yang dilahirkan harus dibunuh. Serta kebetulan, bayi yang dilahirkannya berjenis laki-laki. Walau begitu, Yuhanin menyayangi bayi yang kemudian dinamakan Musa itu. Untuk menyelamatkan bayi Musa, maka Yuhanin menyimpan Musa didalam suatu peti lalu dihanyutkan ke sungai Nil. 

Tanpa diduga, peti itu malah tenggelam ke arah istana Firaun serta ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun. Asiyah membawa bayi Musa ke hadapan Firaun. Bukanlah untuk dibunuh, tetapi Asiyah meminta pada Firaun untuk mengangkat Musa jadi anak. Atas izin Allah, Yuhanin dipertemukan kembali dengan berpura-pura jadi ibu susuan Musa. 

3. Hajar 
Siapa yang tidak kenal dengan ketabahan serta ketegaran ibu yang satu ini? Wanita yang ikhlas ditinggal oleh suaminya dengan seseorang bayi serta bekal yang hanya sedikit. Perjuangan Hajar mencari sumber air untuk putranya yang masih bayi dengan lari dari bukit Shofaa ke bukit Marwaa. 

Tak percuma, Allah malah berikan Hajar rejeki berbentuk sumber mata air melimpah di dekat bayinya, Ismail. Pada akhirnya, Hajar serta bayi Ismail terselamatkan serta bisa hidup layak dengan sumber air yang sekarang ini di kenal dengan nama " air zam-zam ". 

Ibu yang berebut bayi di zaman Nabi Daus As 
Alkisah, ada dua orang wanita yang menyampaikan perkara merebutkan seseorang bayi. Masing-masing mengakui serta bersikeras bila bayi itu merupakan anak kandung mereka. Pada akhirnya, Nabi Daud AS mengambil keputusan, supaya anak itu dibagi dua. Kontan saja, satu diantara wanita itu tak terima serta merelakan anaknya untuk di ambil orang lain. Wanita itu tak ikhlas bila anaknya mesti jadi korban. Pada akhirnya, Nabi Daud AS memberi bayi itu pada wanita penyayang tadi lantaran wanita itu merupakan ibu kandung dari si bayi. 

4. Khadijah 
Khadijah saat sebelum kenabian Muhammad yaitu pemeluk Nasrani. Dia merupakan wanita mandiri serta saudagar (pengusaha). Tidak banyak bangsawan Arab, yang tauhid saat sebelum kenabian Muhammad. Satu diantara yang menonjol yaitu Khadijah serta sepupunya Waraqah bin Naufal. Bahkan juga Khadijah yang melamar Muhammad, karena saran Waraqah bin Naufal. 

Khadijah menemani Nabi Muhammad selama 26 th.. 10 th. di saat saat sebelum kenabian serta 16 th. di saat kenabian. Dia istri tunggal Nabi Muhammad yang berpisah dikarenakan ajal Menjemputnya. Dia wanita pertama yang beriman pada Allah SWT dalam Islam, serta menyerahkan harta bendanya untuk kepentingan agama. 

Putera-puteri Rasulullah SAW dari Khadijah RA sejumlah tujuh orang : tiga lelaki (kesemuanya wafat di saat kecil) serta empat wanita. Satu diantara puterinya bernama Fatimah, yang dinikahkan dengan Syaidina Ali bin Abu Thalib. 

5. Fatimah binti Muhammad 
Fatimah dilahirkan beberapa sebelum Muhammad SAW diutus jadi seseorang Rasul. Ia memperoleh gelar Albatuul, yang memusatkan perhatiannya pada beribadah atau tidak ada bandingnya dalam soal keutamaan, ilmu, akhlak, adab, hasab serta nasab. Ia juga memperoleh julukan Azzahra, yang cemerlang. 

Fatimah yaitu putri bungsu Rasulullah SAW—kakak-kakaknya yaitu Ummu Kultsum, Ruqayyah serta Zainab—dan yang paling beliau cintai. Rasulullah pernah berkata mengenai putri terkasihnya itu, " Fatimah merupakan darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan saya serta apa yang mengganggunya juga menggangguku. " 

Ali bin Abi Thalib menikahinya sesudah Perang Uhud. Lalu Fatimah melahirkan Hasan serta Husein, Muhsinan, Ummi Kultsum, serta Zainab. Ali berkata, " Saya menikah dengan Fatimah, sesaat kami tak memiliki alas tidur terkecuali kulit domba buat kami tiduri di saat malam serta kami tempatkan diatas unta untuk mengambil air di siang hari. Kami tak memiliki pembantu terkecuali unta itu. " 

Saat Rasulullah SAW menikahkan Fatimah, beliau kirim seekor unta, selembar kain, bantal kulit berisi ijuk, dua alat penggiling gandum, sebuah timba serta dua kendi. Fatimah memakai alat penggiling gandum itu sampai melecetkan tangannya serta memikul qirbah (tempat air dari kulit) yg berisi air sampai berbekas di dadanya. Walaupun jadi putri nabi termulia, tetapi Fatimah tidak mempunyai seseorang pelayan. Ia kerjakan sendiri semua urusan rumah tangganya. 

Fatimah aktif di belakang garis pertempuran. Waktu perang Uhud, dialah wanita yang menjaga langsung Nabi Muhammad di dekat garis pertempuran. Juga menolong para prajurit muslim yang terluka serta memberi mereka minum. 

Fatimah Az-Zahra meninggal dunia sekitar 15 bln. sesudah meninggal dunianya Rasulullah SAW. Ia sudah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog