Yg Mau Order Bisa Via Sms / WA 085731771796 Invite PIN Kami 7C0A7526

Selasa, 15 Desember 2015

Cinta Tidak Di Larang , Tapi Bukan Cinta Terlarang


Kehidupan yaitu hari esok, serta berjodoh yaitu harapan. Dua hal yang sangatlah rahasia serta penuh misteri, tidak dapat di pastikan namun manusia dapat mendesain seperti apa dapat mewujudkanya.. Keduanya tidak dapat kita yakinkan, namun kita dapat mendesain seperti apa bentuknya. Jatuh cinta dengan lawan jenis adalah hal yang alami serta lumrah. Tiap-tiap manusia pasti pernah merasakannya. Tiap-tiap hati yang masih tetap sendiri pasti pernah ajukan pertanyaan kapan jodoh kita akan tiba. 

Bicara permasalahan jodoh, perlu observasi, diskusi serta perenungan yang panjang untuk membicarakannya. Jodoh, sungguh tidak ada satupun yang tahu kapan serta kemana ia kan bermuara. Lagi-lagi Sang Pangeran yang mengatur arus kehidupan ini. Kita juga sebagai manusia cuma dapat berupaya. Cuma dapat memposisikan diri juga sebagai diri yang baik supaya memperoleh yang baik, sesuai sama hukum aksi-reaksinya Pencipta. 

Apakah pacaran adalah hanya satu jalan untuk mencari jodoh? Tetapi sayangnya pacaran bukanlah jalan yang diridhoi. Lantaran dengan pacaran, muda mudi selangkah lebih berani mendekati zina. Makin jauh mengambil langkah lebih jauh juga ridho Allah. Bila demikian, bagaimanakah usaha kita apabila pacaran tak diijinkan? Perluaslah pergaulanmu dalam kebaikan, buka mata lebih bijaksana. Apabila dalam lingkaran kebaikan itu di rasa ada yang cocok untukmu, cepatlah katakan pada Maha Penyayang dalam sujudmu bahwa “Aku mau bersamamu karna Allah, mencintaimu karna agamamu, serta menyayangimu karna ahklakmu”. 

Memantaskan diri yaitu aksi yang mutlak. Tingkatkan level kebaikan serta kemampuan diri otomatis menambah level jodoh kita nantinya. Ikuti alur narasi dari skenario kehidupan dari Sang Pencipta yaitu anugrah terindah, dapat terima ing pandum, mensyukuri nikmat yang didapatkan, serta pada akhirnya yang dimimpikan yang sudah terdaftar rapi dalam hati bakal jadi. Bila berani menentang serta tak sesuai sama ketentuan yang diberikanNya tidak heran apabila happy ending susah di raih. 

Seluruhnya perlu yang namanya persiapan, bagaimanakah kita ketahui siap atau tidaknya menikah? cobalah saksikan ibu serta ayahmu, berkenaan langkah mereka bangun suatu bahtera rumah tangga. Bila di rasa kau sudah siap mengerjakannya seperti apa yang ibu serta ayahmu kerjakan, jadi bisa disebutkan 50% sudah siap. Bagaimanakah untuk menyempurnakan jadi 100%? ingatlah bahwa ridho Allah berbarengan ridho orangtua. Sempurnalah saat orangtua sudah berikan restu anaknya untuk menunaikan sunah Nabi untuk bangun bahtera rumah tangga dengan kemauan melindungi diri dari gejolak hati serta udara nafsu. 

Telah tak tabu bila wanita memulai perbincangan tentang pernikahan. Dengan terus melindungi kemuliaan seseorang wanita dengan lewat penghubung keluarganya. Wanita yang sholihah yaitu anugerah terindah yang dipunyai suaminya nantinya. Bukanlah permasalahan gengsi atau trendi, tetapi syar`i sebagai penguat hati selalu untuk waspada dalam melakukan tindakan. 

Pengorbanan yang benar dalam cinta bukanlah berkorban untuk maksiat, tetapi kemauan ihklas dengan menyerahkan semua kekuatan melindungi kesucian diri serta orang yang di cintai. Bagaimanakah misal kita sudah mengharapkan penuh bahwa dia jodoh kita, namun takdir berkata lain? Serta kadang-kadang lewat cara yg tidak sesuai sama perintah. Tidak seluruhnya yang tampak indah di kaca mata manausia itu barokah di jalan-Nya. Sekali lagi, tidak ada yang tahu kemana cinta kan bermuara. Terus yakin Sang Pencipta mempunyai skenario kehidupan yang jauh serta tambah lebih nikmat, indah serta barokah-lah sebagai idaman tiap-tiap insan. Jodoh janganlah jadikan beban pikiran yang bakal memengaruhi dedikasi hidup dengan-Nya. Perbaiki hati, tingkatkan kemampuan diri, serta insyaAllah pasti belahan jiwa di sana akan tambah baik serta senantiasa terbangun serta siap untuk dinanti. 

Menjadilah seseorang yang Sholih atau Sholihah apabila mau mempunyai pasangan yang Sholih atau Sholihah! 

 Beberapa golongan lelaki berkata : 
 “Betapa sulitnya temukan Wanita Sholehah di zaman saat ini. ” 

 Beberapa kaum hawa juga berkata : 
 “Betapa susahnya mencari Lelaki Sholeh di saat saat ini. ” 

 Mungkin saja pernyataan di atas ada benarnya juga meskipun tak seutuhnya benar. Mengapa? Lantaran alangkah sebaiknya bila pernyataan itu kita tujukan untuk diri sendiri terlebih dulu saat sebelum disampaikan pada orang lain. 

 “Sudah jadi Lelaki baikkah diriku? 
 Telah jadi Lelaki sholehkah diriku? ” 

 “Sudah jadi Wanita baikkah diriku? 
 Telah jadi Wanita Sholehahkah diriku? ” 

 Begitulah semestinya kita ajukan pertanyaan. Terkadang kita terlalu repot untuk menilai orang lain hingga kita lupa untuk menilai diri sendiri. 

 Terkadang kita terlalu repot MENCARI sosok yang baik. 
 Terkadang kita terlalu repot MENCARI sosok yang menurut kita Sholih atau Sholihah. 

Hingga terkadang kita sendiri lupa untuk berupaya MENJADI sosok yang Sholih atau Sholihah. 

 Nampak satu pertanyaan.. 

 Udah pantaskah kita mengharapkan untuk dapat memperoleh sosok yang Sholih atau Sholihah? Jawabannya berpulang pada diri kita masing-masing. 

 Jangan sampai bermimpi mempunyai isteri semulia Fatimah Azzahra apabila kau tidak sehebat Ali 

 Jangan sampai bermimpi mempunyai suami semulia Muhammad Rosululloh apabila kau tidak sehebat Aisyah 

 Janganlah terlalu punya mimpi memperoleh Wanita Sholihah bila masih tetap belum dapat jadi Lelaki Sholih. 

 Janganlah punya mimpi memperoleh Lelaki Sholih bila belum dapat jadi Wanita Sholihah. 
Tidak butuh bersusah payah untuk MENCARI yang Sholih atau Sholihah. Namun MENJADILAH Sholih atau Sholihah terlebih dulu. 

 Lantaran Allah SWT sudah mempersiapkan pasangan yang sesuai 
 dengan jati diri kita. Yang sesuai sama kepribadian kita. 

 Yang sesuai dengan takaran keimanan serta ketakwaan kita. 

 Yang sesuai dengan potret kita sendiri. 

 lelaki baik untuk wanita yang baik. begitupun demikian sebaliknya. Tersebut ketentuan Allah SWT yang pastinya kebenarannya! Seperti firman Allah : 

Wanita-wanita yg tidak baik untuk laki-laki yg tidak baik, serta laki-laki yg tidak baik yaitu untuk wanita yg tidak baik juga. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik serta lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (An Nur ayat 26) 

Masih tetap mau menanti apa lagi? 
 mari kita mengawali dari diri sendiri dulu untuk jadi tambah baik. 
 Tidak butuh menanti orang lain jadi baik. Serta tidak butuh terlalu repot untuk menilai orang lain yang selanjutnya kita lupa untuk menilai diri sendiri.
Jangan Lupa Share Ya..
Trima kasih Sudah Berkunjung....

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog