Yg Mau Order Bisa Via Sms / WA 085731771796 Invite PIN Kami 7C0A7526

Rabu, 23 Desember 2015

Cara untuk Menciptakan Anak Yg Sholeh Dan Sholehah




























Untuk membuat anak shaleh sangatlah utama kemauan serta peran orangtua tersebut. Kemauan kita memperoleh keturunan sangatlah punya pengaruh dalam memastikan arah kehidupan anak kita di hari esok. Kemauan ini bakal punya pengaruh pada langkah serta pola asuh kita pada anak. Juga sebagai seseorang Muslim kemauan apa yang semestinya ditanamkan saat sebelum memiliki keturunan?

Seseorang mukmin sebaiknya memikirkan mengapa pada dirinya muncul hasrat memperoleh keturunan. Jangan sempat kita cuma inginkan keturunan lantaran dorongan alamiah semata, seperti haus atau lapar yang muncul.

Kemauan paling baik memperolah keturunan dari seseorang mukmin yaitu mau memperoleh anak yang shaleh, akan mewariskan anak-anak yang berbakti pada Allah serta beramal shaleh sesuai dengan tujuan hakiki hidup manusia. Tujuan kita memperoleh keturunan harus lebih tinggi dari sebatas dorongan alamiah semata.

Mengenai tujuan hidup manusia Allah taala sudah berfirman :

Maa Kholaktul jinna wal insa illa liya'buduuni (Tidaklah Saya ciptakan jin serta manusia melainkan agar melaksanakan ibadah kepadaku (Adz-Dzariyat : 56)

Saat ini bila kita sendiri tak jadi mukmin serta pelaku beribadah, dan tak memenuhi tujuan sejati hidup kita itu, serta tak menunaikan hak beribadah seutuhnya, tetapi melakukan hidup dalam kefasikan serta kejahatan, dan melakukan dosa demi dosa, bagaimanakah kita akan memperoleh keturunan yang baik sesuai tekad kita? Malah akhirnya kita hanya akan meninggalkan seseorang penerus dirinya untuk melakukan dosa-dosa.

Jadi sepanjang hasrat memperoleh anak keturunan ini tak hanya agar menjadi orang yang beragama serta muttaki, dan patuh pada Allah taala serta jadi pengkhidmat agama-Nya maka selama ini juga hasrat itu samasekali tak bermanfaat, bahkan merupakan sejenis maksiat serta dosa.

Tetapi bila seorang menyampaikan bahwa ia inginkan anak yang shaleh serta muttaqi dan pengkhidmat agama, maka ucapannya ini hanya pernyataan semata selama ia sendiri belum melakukan perbaikan pada dirinya sendiri. Bila kita sendiri melakukan kehidupan yang fasik serta dosa dari mulut kita menyampaikan bahwa kita inginkan anak yang shaleh serta muttaki, bermakna ia ini dusta dalam pernyataannya.

Saat sebelum menginginkan anak yang shaleh serta muttaki yaitu mutlak supaya kita sendiri melakukan perbaikan pada diri kita serta menjadikan hidup kita juga sebagai kehidupan yang penuh dengan takwa. Barulah hasrat yang seperti ini bakal jadi satu hasrat yang membuahkan buah. Serta anak-anak yang seperti ini pada hakikatnya adalah keturunan yang shaleh.

Tetapi bila hasrat ini cuma agar nama besar kita terus bertahan, serta agar anak ini jadi pewaris harta kekayaan kita, atau agar anak kita jadi orang yang populer serta masyhur, keingiann yang sejenis ini menurut saya yaitu syirik.

Jadi sebaiknya hasrat memiliki keturunan ini mesti didasari oleh kebaikan. Jangan sempat didasari oleh aspek serta pemikiran bahwa anak kita malahan akan menjadi penerus dosa kita selanjutnya.

Lalu satu hal yang sangatlah utama dari mendapatkan keturunan yang kerap luput dari perhatian, yakni sebaiknya kita berupaya keras serta memikirkan tentang tarbiyat anak-anak kita, tentang bagaimanakah tingkah laku anak-anak baik atau tidak dan tentang bagaimanakah bikin anak-anak ini jadi taat pada Allah taala. Hendaklah di tiap-tiap shalat senantiasa memanjatkan doa untuk anak-anak kita.

Sangat banyak orangtua yang otomatis sudah mengajarkan rutinitas jelek pada anak-anak mereka. Ketika saat anak-anak mulai belajar serta lakukan keburukan, orangtua tak melarang, mengakibatkan dari hari ke hari anak-anak itu makin berani serta tak takut.

Ada suatu hikayat, dikisahkan bahwa seseorang anak dieksekusi ke tiang gantungan lantaran perbuatan-perbuatan kejahatannya. Pada saat terakhir ia mau bertemu dengan ibunya, Saat ibunya datang maka ia mendekat ke ibunya serta menyampaikan 'Aku mau mengecup lidah ibu. " Ketika lidah ini dijulurkan oleh ibunya, maka anak ini menggigit sampai putus. Saat diinterogasi ia menyampaikan " Ibu inilah yang bikin saya digantung. Karena jika ia sejak awal melarangku, maka pasti keadaanku tak akan seperti ini. "

Ringkasnya beberapa orang memanglah mempunyai hasrat memperoleh keturunan, tetapi tidak sering yang punya niat agar nantinya akan mereka menjadi khadim agama, tetapi umumnya agar anak-anak mereka jadi ahli warisnya didunia. Serta saat sudah memperoleh anak pun mereka tak memikirkan tarbiyat anak mereka, serta tak juga mereka melakukan perbaikan akidah anak-anaknya, dan tak juga mereka mengatur keadaan akhlak anaknya.

Allah taala sudah menuturkan tentang hasrat untuk memperoleh keturunan : 

 " Rabbana hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yunii waj'alnaa lil muttaqiina imaama " (Al Furqan : 74). Yaitu " Ya Tuhan, anugerahkanlah kesejukan hati pada kami lewat istri-istri serta anak-anak kami. " Serta hal semacam ini baru bisa terjadi jika kita tak melakukan kehidupan yang penuh kefasikan serta dosa,  akan tetapi harus menjalani kehidupan sebagai hamba-hamba Sang Rahman. Serta jadi beberapa orang yang memprioritaskan Allah taala atas segala sesuatu.

Setelah itu dikatakan : Waj’alnaa lil muttaqiina imaama. " Anak-anak jika baik serta muttaki maka ini akan merupakan imam untuk mereka. Ini juga merupakan doa agar jadi muttaki.

Mudah-mudahan Allah memberi karunia supaya kita jadi beberapa orang yg muttaki serta mudah-mudahan hasrat untuk mendapatkan keturunan didasarkan pada azas itu, amiin.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog