Rabu, 16 Desember 2015
Home »
kisah - kisah islam
» Seperti Apa Kisah Penghuni Surga Terahir..???
Seperti Apa Kisah Penghuni Surga Terahir..???
Bahwa Sahabat bertanya pada Rasulullah saw : Wahai Rasulullah, apakah kami bisa lihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda : Apakah kalian terhambat lihat bulan pada malam purnama?
Para sahabat menjawab : Tak, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda : Apakah kalian terhambat lihat matahari yg tidak tertutup awan?
Mereka menjawab : Tak, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda : Seperti itulah kalian bakal lihat Allah. Siapa saja yang menyembah sesuatu, jadi ia ikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.
Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Lalu Allah datang pada mereka dalam bentuk terkecuali bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman : Akulah Tuhan kalian.
Mereka (umat ini) berkata : Kami berlindung pada Allah darimu. Ini merupakan tempat kami, hingga Tuhan kami datang pada kami. Jika Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya.
Lantas Allah Taala datang pada mereka dalam bentuk-Nya yang sudah mereka kenal. Allah berfirman : Akulah Tuhan kalian.
Mereka juga berkata : Engkau Tuhan kami.
Mereka mengikuti-Nya. Serta Allah membentangkan jembatan diatas neraka Jahanam.
Saya (Rasulullah saw.) serta umatkulah yang pertama kalinya melintas. Pada saat itu, yang bicara hanya beberapa rasul. Doa beberapa rasul waktu itu yaitu : Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.
Didalam neraka Jahanam ada besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di tiap-tiap sisinya).
Sempatkah kalian lihat Sakdan? Beberapa sahabat menjawab : Ya, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. meneruskan : Besi berkait itu seperti duri Sakdan, namun cuma Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Diantara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Serta diantara mereka ada yang bisa melintas, sampai selamat.
Sesudah Allah selesai memberi ketentuan untuk beberapa hamba serta dengan rahmat-Nya Dia mau mengeluarkan beberapa orang diantara ahli neraka yang Dia kehendaki, jadi Dia memerintah beberapa malaikat untuk mengeluarkan beberapa orang yg tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah beberapa orang yang dikehendaki Allah untuk memperoleh rahmat-Nya, yang mengucap : " Laa ilaaha illallah ".
Beberapa malaikat mengetahui mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan badan anak keturunan Adam, terkecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam situasi hangus. Lantas mereka disiram dengan air kehidupan, hingga mereka jadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur).
Kemudian selesailah Allah Taala berikan ketentuan diantara beberapa hamba. Tinggal seseorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia yaitu ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata : Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya betul-betul menamparku serta nyala apinya membakarku. Dia selalu memohon apa yang dibolehkan pada Allah.
Lalu Allah Taala berfirman : Mungkin saja, bila Saya mengabulkan permintaanmu, engkau bakal meminta yang lain.
Orang itu menjawab : Saya tidak lagi minta yang lain kepada-Mu.
Jadi ia juga berjanji pada Allah. Lantas Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Saat ia sudah menghadap serta lihat surga, ia juga diam tertegun, lalu berkata : Ya Tuhanku, majukanlah saya ke pintu surga.
Allah berkata : Tidakkah engkau sudah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku terkecuali apa yang telah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tak menepati janji.
Orang itu berkata : Ya Tuhanku! Dia memohon terus pada Allah, sampai Allah berfirman kepadanya : Mungkin saja jika Saya memberimu apa yang engkau pinta, engkau bakal meminta yang lain lagi.
Orang itu berkata : Tak, untuk Keagungan-Mu. Serta ia berjanji lagi pada Tuhannya. Lantas Allah mendekatkannya ke pintu surga. Sesudah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, hingga ia bisa lihat dengan terang keindahan serta kesenangan yang ada di dalamnya.
Dia juga diam tertegun. Lalu berkata : Ya Tuhanku, masukkanlah saya ke surga.
Allah Taala berfirman kepadanya : Tidakkah engkau sudah berjanji akan tidak meminta terkecuali apa yang sudah Saya berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak bisa menepati janji!
Orang itu berkata : Ya Tuhanku, saya tidak mau jadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia selalu memohon pada Allah, hingga bikin Allah Taala tertawa (ridha).
Saat Allah Taala tertawa Dia berfirman : Masuklah engkau ke surga. Sesudah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya : Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta pada Tuhannya, hingga Allah mengingatkannya tentang ini serta itu. Saat sudah habis hasrat-keinginannya, Allah Taala berfirman : Itu seluruhnya untukmu, begitu pula yang semisalnya
(HR Muslim no 267)
Jangan Lupa Share Ya..
Trima kasih Sudah Berkunjung....








0 komentar:
Posting Komentar